Laporan Praktikum Daya Oksidasi Relatif Halogen

18 Okt

DAYA OKSIDASI RELATIF DARI HALOGEN

Tujuan Percobaan
Menentukan urutan kekuatan oksidasi dari halogen
Mengidentifikasi senyawa alkali tanah – halida

Perincian Kerja
Mengidentifikasi halogen
Menentukan daya oksidasi dari halogen
Mengidentifikasi halida dan alkali tanah dalam suatu senyawa

Alat dan Bahan yang digunakan
Alat yang digunakan
Tabung reaksi 12 buah
Pipet tetes
Beker gelas 200 ml (2buah)
Bunsen
Bahan yang digunakan
Larutan NaI 0,1 M 250 ml
Larutan NaBr 0,1 M 250 ml
Larutan NaCl 0,1 M 250 ml
I_2
〖Cl〗_2
Aquadest
Trichloroetana (TCE) 250 ml

Dasar Teori
Halogen berasl dari bahasa Yunani yang berarti “pembentuk garam”. Dinamai demikian karena unsure-unsur tersebut bereaksi dengan logam membentuk garam. Unsure-unsur halogen mempunyai 7 elektron valensi pada subkulit ns2 np5. Konfigurasi elektron yang demikian membuat unsur-unsur halogen bersifat sangat reaktif. Halogen cenderung menyerap 1 elektron membentuk ion bermuatan negatif satu.
Dalam bentuk unsur, halogen (X) terdapat sebagai molekul diatomik (X2). Molekul X2 mengalami disosiasi menjadi atom-atomnya.
X2(g) → 2 X(g).
Pada suhu kamar, fluorin dan klorin berupa gas, bromin berupa zat cair yang mudah menguap, sedangkan iodin berupa zat padat yang mudah menyublim. Halogen mempunyai warna dan aroma tertentu. Fluorin berwarna kuning muda, Klorin berwarna hijau muda, Bromin berwarna merah tua, Iodin padat berwarna hitam, sedangkan uap Iodin berwarna ungu. Semua halogen berbau rangsang dan menusuk, serta bersifat racun. Kata Klorin, Iodin, dan Bromin berasal dari bahasa Yunani yang artinya berturut-turut adalah hijau, violet (ungu), dan bau pesing (amis). Larutan halogen juga berwarna. Larutan Klorin berwarna hijau muda, larutan Bromin berwarna coklat merah, dan larutan Iodin berwarna coklat. Dalam pelarut tak beroksigen, seperti Tetraklorida (CCl4) atau Kloroform, Iodin berwarna ungu.
1) Reaksi halogen dengan logam.
X2 + L → I A LX
II A LX2
III A LX3
2) Reaksi halogen dengan hidrogen.
H2 + X2 → 2 HX
3) Reaksi halogen dengan nonlogam dan metalloid tertentu. Reaksi dengan Fosfarus, Arsen, dan Antimon menghasilkan trihalida jika halogennya terbatas, atau pentahalida jika halogennya berlebihan.
P4 + 6 Cl2 → 4 PCl3
P4 + 10 Cl2 → 4 PCl5
4) Reaksi halogen dengan air.
X2 + H2O → HX + O2
5) Reaksi halogen dengan basa Klorin, Bromin, dan Iodin mengalami reaksi disproporsional dalam basa.
6) Reaksi antarhalogen.
X2 + n Y2 → 2 XYn

(sumber:

Unsur-unsur halogen bersifat relatif reaktif. Unsur-unsur halogen terdiri dari Astatin, Brom, Chlor, Fluor, dan Iod. Kita tidak melakukan analisa untuk Astatin dan Fluor, karena Astatin bersifat radioaktif dan Flour terlalu reaktif. Atom-atom halogen cenderung menarik elektron dan membentuk anion X^- (〖Cl〗^-,〖Br〗^- ,dll). Karena sifat tersebut, halogen merupakan oksidator yaitu zat yang cenderung mengoksidasi zat lain.
Jika larutan yang berisi halogen X_2 (〖Cl〗_2,〖Br〗_2,I_2) dicampur dengan larutan yang berisi ion halida Y^- (〖Cl〗^-,〖Br〗^-,I^-), maka dapat terjadi reaksi :

X_(2 (larutan))+ 〖2Y〗_( (larutan))^- 〖2X〗_( (larutan))^-+ Y_(2 (larutan))

Reaksi tersebut dapat berlangsung bila X merupakan oksidator yang lebih baik dari Y. Bila Y merupakan oksidator yang lebih baik dari X, maka reaksi diatas tidak akan terjadi. Reaksi akan bersifat spontan dengan arah yang berlawanan. Dalam percobaan ini kita akan mencampurkan larutan halogen dengan larutan ion halida untuk menentukan daya oksidasi dari unsur-unsur halogen. Daya oksidasi bervariasi dari satu unsur ke unsur halogen lainnya didalam sistem periodik. Didalam air dan khususnya didalam pelarut organik, halogen mempunyai warna yang khas. Ion-ion halida tidak berwarna didalam air dan tidak larut dalam pelarut organik. Brom didalam 1,1,1 TCE berwarna orange (coklat), sedangkan 〖Cl〗_(2 ) dan I_2 dalam pelarut tersebut mempunyai warna lain. Brom lebih larut dalam TCE dibandingkan dalam air, sehingga bila kita mengocok larutan air brom dengan TCE, maka brom akan pindah ke pelarut TCE dan menghasilkan warna orange. Kemudian kedalam campuran tersebut ditambahkan larutan yang berisi ion halida, misalnya 〖Cl〗^-, lalu dikocok dengan baik. Bila 〖Br〗_2 merupakan pengoksidasi yang lebih baik dari 〖Cl〗_2, maka brom akan mengambil elektron dari ion 〖Cl〗^- dan berubah menjadi 〖Br〗^- dengan reaksi :

Br2 (larutan) + 2Cl- (larutan) 2Br- (larutan) + Cl2 (larutan)

Bila reaksi diatas terjadi, maka warna dari lapisan
TCE akan berubah, karena Br2 digunakan dan terbentuk Cl2. Warna lapisan TCE akan berubah dari coklat kewarna larutan Cl2 dan TCE. Bila reaksi tidak berlangsung, maka warna TCE akan tetap coklat. Kita harus belajar membedakan halogen dengan ion halida, karena kedua zat ini tidak sama walaupun namanya hampir mirip.

Halogen Ion halida
Brom, Br¬2 Ion bromida, Br-
Klor, Cl2 Ion klorida, Cl-
Iod, I2 Ion iodida, I-

Halogen merupakan molekul dan zat pengoksidasi serta mempunyai bau. Hanya sedikit larut dalam air dan sangat larut dalam TCE dengan warna yang berbeda. Ion halida hanya terdapat dalam bentuk larutan dalam air, tidak berwarna dan tidak berbau dan kebanyakan merupakan zat pengoksidasi. Ion halida tidak larut dalam TCE.

Kegunaan Halogen
Fluorin
Asam flourida digunakan untuk mengukir ( mengetsa ) gelas.
H2SiF6 + CaF2 + 3H2OReaksi : CaSiO3 + 8HF
Natrium heksafluoroksilikat ( Na2SiF6 ) digunakan untuk bahan campuran pasta gigi.
Natrium fluorida ( NaF ) untuk mengawetkan kayu.
Belerang hexafluorida ( SF6 ) sebagai insulator.
Kriolit ( Na3AlF6 ) sebagai bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium.
Freon-12 ( CF2Cl2 ) sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC.
Teflon digunakan sebagai pada peralatan mesin.
Klorin
Asam klorida ( HCl ) digunakan pada industri logam. Untuk mengekstrasi logam tersebut.
Natrium klorida ( NaCl ) digunakan sebagai garam dapur.
Kalium klorida ( KCl ) sebagai pupuk tanaman.
Amoniumklorida ( NH4Cl ) sebagai bahan pengisi batu baterai.
Natrium hipoklorit ( NaClO ) digunakan sebagai pengelontang ( breaching agent ) untuk kain dan kertas.
Cl- + zat tak berwarnaClO + zat pewarna
CaOCl2/( Ca2+ )( Cl- )( ClO- ) sebagai serbuk pengelontang atau kapur klor.
Kalsium hipoklorit ([Ca( OCl2 )2 ] sebagai zat disenfekton pada air ledeng.
Kalium klorat ( KCl ) bahan pembuat mercon dan korek api.
Seng klorida ( ZnCl2 ) sebagai bahan pematri ( solder ).
Bromin
Natrium bromide( NaBr )sebagai obat penenang saraf
Perak bromide( AgBr )disuspensikan dalam gelatin untuk film fotografi
Metil bromide( CH3Br )zat pemadam kebakaran
Etilen dibromida( C2H4Br2 )ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2.
Iodin
Sebagai obat antiseptic
mengidentifikasi amilum
Kalium Iodat( KIO3 )ditambahkan pada garam dapur
Iodoform( CHI3 )merupakan zat organic
Perak Iodida( AgI )digunakan dalam film fotografi.

Pembuatan Halogen
Halogen dapat dibuat melalui reaksi antara mangan (IV) oksida atau kalium permanganat dengan asam klorida, asam bromida atau asam iodida.
Reaksinya :
MnO2 + AHX Mn X2 + X2 + 2H2O.
2KMnO4 + 16 HX 2 Mn X2 + 2 KX + 5X2 + 8H2O
 Fluor (F)
Beberapa mineral penting untuk F yaitu :
CaF2 → fhuspat
CaF2 3Ca3 (PO4)2 garam rangkapnya adalah Ca5 (PO4)3 (F) → Fluoroapatik
Fluor biasanya dibuat dari K2MnF6, bisa juga dengan elektrolisis dan yang lebih praktis adalah dengan menggunakan K2MnF6 yang reaksinya sebagai berikut :
K2MnF6 + 2SbF6 → 2KSbF6 + MnF3 + F2
Cara membuat K2MnF6 adalah dengan menggunakan KMnO4 reaksinya adalah sebagai berikut :
KMnO4 + 2KF + 10HF + 3H2O2 → 2K2MnF6
8 H2O + 3 O2
Cara membuat SbF5 adalah dengan SbCl5 + 5 HF → SbF5 + 5HCl
 Khlor (Cl)
Cara memproduksi Cl :
1. Elektrolisa : Membuat Cl2 lebih banyak menggunakan elektrolisa NaCl.
Elektrolisa 2NaCl + 2H2O → 2NaOH + H2 + Cl2
2. Cara Dekon yaitu : mereaksikan HCl dengan oksigen
2HCl + O2 → Cl2 + H2O
3. Cara Weldon
Cara ini merupakan cara/proses yang di terapkan dalam laboratorium.
Mn + HCl ₂ Cl + MnCl2 + H2O2
4. Dengan mereaksikan KMnO4 dengan HCl
2KMnO4 +16HCl → 5Cl + 2MnCl2 + 2 KCl + 8H2O
 Brom (Br)
Br2 dibuat dengan HBr + H2SO4 → Br2 + SO2 + H2O. Brom terdapat sebagai bromida, dalam jumlah yang jauh lebih kecil bersama klorida. Brom juga dapat di peroleh dari air laut melalui reaksi.: 2Br- + Cl2 → 2Cl- + Br2
Brom adalah cairan kental, mudah bergerak, berwarna merah tua pada suhu kamar. Ia melarut dalam air & dapat bercampur dengan pelarut non polar seperti Cs2 dan CCl4.
 Yod (I)
Iod terdapat sebagai ioda dalam air laut, dan sebagai iodat dalam garam chili (guano). Iod adalah padatan hitam dengan sedikit kilap logam. Ia menyublim tanpa meleleh pada tekanan atmosfer. I2 dapat dibuat dengan mereaksikan iodat (HIO3) dengan HI.
HIO3 + H2SO4 → Hl + SO2 + H2O
I2 susah larut dalam air, sehingga untuk menggunakan I2 maka di larutkan dalam KI.
KI (aq) + I2 (s) → I3- (aq) + K (aq)
KI inilah yang menyebabkan I2 larut. Ion I3- ini dikenal dengan ion polihalogenida.

Catatan Tambahan!
Energi ikatan (X-X) : Cl2>Br2>F2>I2
F-F Cl2>Br2>I2
Fluorin tidak hanya larut tapi bereaksi juga menghasilkan asam florida (HF).
Afinitas elekton : Cl2>F2>Br2>I2
F2Cl2>Br2>I2>At2
Jari-jari atom : F2<Cl2<Br2Br2>I2
Kereaktifan : F2>Cl2>Br2>I2>At2
Daya pengoksidasi
Halogen merupakan oksidator kuat. Daya oksidasi halogen menurun dari atas ke bawah, yaitu dari fluorin ke iodin. Sebaliknya, daya reduksi ion halida (X-) bertambah dari atas ke bawah. Data potensial reduksi:
F2 + 2e- → 2F- Eo= +2,87 Volt
Cl2 + 2e- → 2Cl- Eo= +1,36 Volt
Br2 + 2e- → 2Br- Eo= +1,06 Volt
I2 + 2e- → 2I- Eo= +0,54 Volt
Potensial reduksi F2 paling besar sehingga akn mudah mengalami reduksi dan disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah adalah I2 karena memiliki potensial reduksi terkecil.
Reaksi pendesakkan
Berlangsungnya suatu reaksi tidak hanya ditentukan oleh potensial sel. Tetapi, berlangsung tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari reaksi pendesakkan halogen. Halogen yang terletak lebih atas dalam golongan VII A dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari garamnya yang terletak dibawahnya.
Contoh:
F2 + 2KCl → 2KF + Cl2
F- Cl- Br- I-
F2 – + + +
Cl2 – – + +
Br2 – – – +
I2 – – – –
2Br- + Cl2 → Br2 + Cl
Br2 + 2I- → 2Br- + I2
Br2 + Cl- → (tidak bereaksi)
I2 + Br- → (tidak bereaksi)
(+) bereaksi
(-) tidak bereaksi

Reaksi-reaksi halogen
Reaksi dengan logam
Halogen bereaksi dengan sebagian besar logam mengasilkan halide logam dengan bilangan oksidasi tertinggi. Contoh :
2Al + 3Br2 2AlBr3
Reaksi dengan hidrogen
Semua halogen bereaksi dengan hydrogen membentuk hydrogen halide (HX).
H2+X2 2HX X=halogen
Flourin dan klorin bereaksi dengan hebat disertai ledakan , tetapi bromine dan iodine bereaksi lambat.
Reaksi nonlogam dan metalloid
Reaksi halogen dengan fosforus, arsen, dan antimon menghasilkan trihalida jika halogennya terbatas,atau penta halide jika halogennya berlebihan . Nitrogen tidak bereaksi langsung dengan halogen. Contoh: Si+2F2 → SiF4
Reaksi dengan hidrokarbon
Halogen umumnya bereaksi dengan hidrokarbon dengan menggantikan atom hydrogen. Flourin bereaksi sangat hebat tetapi iodine tidak bereaksi. Contoh:
CH4+Cl2 CH3Cl + HCl
Reaksi dengan air
Flourin bereaksi hebat dengan air membentuk HF dan membebaskan O2. Halogen yang lainnya mengalami reaki disproporsionasi dalam air. Contoh:
F2 + H2O ↔2HF + ½O2
Reaksi dengan basa
Klorin, Bromin, dan Iodin mengalami reaksi disproporsionasi dalam basa.
Jika larutan NaOH dipanaskan, maka yang terbentuk adalah NaCl dan NaclO3.
3Cl2 + 6NaOH 5 NaCl + NaClO3 + 3H2O
Reaksi antar halogen
Antarhalogen dapat bereaksi membentuk senyawa antar halogen. Reaksinya dapat dinyatakan:
X2 + nY2 2Xyn

Sifat asam
Asam halida (HX)
Asam halida terdiri dari asam fluorida (HF), asam klorida (HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodida (HI). Kekuatan asam halida bergantung pada kekuatan ikatan antara HX atau kemudahan senyawa halida untuk memutuskan ikatan antara HX. Urutan kekuatan asam : HF < HCl HBr > HCl
Senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki ikatan antar molekul yang sangat kuat yaitu “ikatan hidrogen” sehingga titik didihnya paling tinggi.

Asam Oksihalida
Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen. Halogennya memiliki bilangan oksidasi ( +1,+3, dan +7 ) untuk Cl, Br, I karena oksigen lebih elektronegatifan. Pembentukannya :
Biloks Asam oksilklorida Asam oksilbromida Asam oksiliodida
+1 HClO HBrO HIO
+3 HClO2 HBrO2 HIO2
+5 HClO3 HBrO3 HIO3
+7 HClO4 HBrO4 HIO4
X2O + H2O → 2HXO
X2O3 + H2O → 2HXO2
X2O5 + H2O → 2HXO3
X2O7 + H2O → 2HXO4
Makin banyak ‘O’nya maka makin kuat asamnya, begitu pula oksidanya.
Kekuatan asam
Semakin banyak atom oksigen pada asam oksilhalida maka sifat asam akan semakin kuat. Hal tersebut akibat atom O disekitar Cl yang menyebabkan O pada O-H sangat polar sehingga ion H+ mudah lepas. Urutan kekuatan asam oksilhalida:
HClO > HBrO > HIO
Asam terkuat dalam asam oksilhalida adalah senyawa HClO4 (asam perklorat).

Fluoride Berbahaya???
Menggosok gigi merupakan suatu kebiasaan yang tidak akan pernah hilang dari dulu sampai sekarang karena hal tersebut adalah kebiasaan yang mutlak. Kebiasaan ini diajarkan sejak kecil agar gigi tetap sehat. Produk pasata gigi yang banyak mengandung fluoride dipercaya bisa membuat gigi tumbuh dengan baik dan sehat. Namun, bagaimana sebenarnya dampak dari fluoride itu sendiri? Apakah berbahaya atau tidak?
Ternyata setelah diteliti oleh beberapa ahli, fluoride memiliki tingkat kebahayaan yang cukup tinggi bahkan bisa menyebabkan seseorang menderita kanker jika diketahui mengonsumsi fluoride terlalu banyak. Pada anak-anak pun dampaknya sangat banyak, salah satunya menyebabkan gigi keropos atau fluorisis.
Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis Sodium Monofluoro Fosfat atau Sodium Fluoride, dengan kadar 250-800 ppm. Fluor merupakan salah satu bahan pasta gigi yang berfungsi memberikan efek detergen disamping bahan abrasi sebagai pembersih mekanik permukaan gigi dan pemberi rasa segar pada mulut. Sementara bahan lainnya Sodium Bikarbonat dan Baking Soda sebagai alkalin untuk mengurangi keasaman plak dan mencegah pembusukan, sedangkan pemutih, pemberi rasa dan sebagainya merupakan bahan tambahan.
Di beberapa negara Eropa penggunaan fluoride ini mulai dikurangi karena dampaknya sangatlah buruk. Namun sayangnya di Indonesia tingkat penggunaannya masih sangatlah tinggi. Bahkan pasta gigi untuk anak-anak pun masih dalam taraf yang cukup besar yaitu 800-1500 ppm. Padahal seharusnya penggunaan fluoride dalam pasta gigi berkisar di bawah 500 ppm apalagi pada anak-anak. Akan tetapi lebih anehnya lagi, pasta gigi untuk anak-anak justru memiliki fluoride yang lebih banyak karena adanya penambahan rasa buah-buahan. Dan lebih parahnya lagi, terkadang anak-anak suka menelan pasta gigi mereka sehingga dampaknya paling bahaya pada anak-anak walaupun belum kelihatan.
Beberapa efek dari fluoride :
Gigi Fluorisis (keropos)
Kerusakan gigi (pada stadium lanjut gigi bergaris-garis seperti lubang)
Dapat menyebabkan turunnya IQ pada anak-anak
• Penuaan dini
• Tulang yang rapuh
• Osteoporosis (keropos tulang)
• Kanker
Jadi sebenarnya fluoride itu sangat berbahaya dan tidak memberikan efek menyehatkan pada gigi dan tulang manusia. Namun fluoride masih bisa digunakan dalam pasta gigi dalam ambang batas yang telah ditentukan yaitu di bawah 500 ppm dan hindari pemberian pasta gigi pada anak-anak di bawah umur lima tahun. Awasi setiap penggunaan pasta gigi anak-anak. Jangan sampai tertelan dan jauhi barang-barang yang mengandung fluoride di atas 500 ppm.
Semoga kita bisa lebih cerdas dalam memilih pasta gigi sehingga kita masih berada dalam batas aman.

Astatin

Nomor atom (Z) 85
Konfigurasi elektron [Xe]4f¹⁴5d¹⁰6s²6p⁵
Massa atom 210
Wujud zat padat
Titik beku (0C) 302
Titik didih (0C) 337
Keelektronegatifan (skala Pauling) 2,2
Jari-jari atom (pm) 155
Sejarah
Disintesis pada tahun 1940 oleh D.R. Corson, K.R. MacKenzie, dan E. Segre di Universitas Kalifornia dengan menembak bismut dengan partikel alfa. Isotop dengan masa paruh waktu terpanjang, terdapat di alam dengan isotop uranium dan torium, dan jejak 217At setara dengan 233U dan 239Np, dihasilkan dari integrasi torium dan uranium dengan menghasilkan neutron alamiah. Jumlah astatin di kerak bumi hanyalah kurang dari 1 ons.
Produksi
Astatin dapat diroduksi dengan menembak bismut dengan partikel alfa berenergi untuk mendapatkan 209-211At yang tahan lama, untuk selanjutnya disuling dengan memanaskan di udara.
Sifat-sifat
Spektrometer massa telah digunakan untuk memastikan bahwa unsur radioaktif halogen ini berperilaku kimia sama halnya dengan halogen lainnya, khususnya iod. Astatin dikatakan lebih menyerupai logam daripada iod, dan seperti halnya iod, astatin dapat terakumulasi di kelenjar tiroid. Para peneliti di Brookhaven National Laboratory telah menggunakan metode pembelokan jalur molekul reaktif yang terpancar untuk mengidentifikasi dan mengukur reaksi kimia dengan melibatkan astatin. Astatin merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismut dengan partikel alfa. Semua isotopnya bersifat radioaktif dan berumur pendek, sehingga sifat-sifatnya belum banyak diketahui
Iodium

Nomor atom (Z) 53
Konfigurasi elektron [Kr]4d¹⁰5s²5p⁵
Massa atom 127
Wujud zat padat
Warna Ungu
Titik beku (0C) 114
Titik didih (0C) 184
Kerapatan (g/cm3) 4,93
Kelarutan dalam air (g/ml) 3
Energi pengionan pertama (kJ/mol) 1008
Afinitas elektron (kJ/mol) -295
Keelektronegatifan (skala Pauling) 2,5
Potensial reduksi standar (volt)X2 + 2e- 2X- 0,54
Jari-jari atom (pm) 133
Jari-jari kovalen (Å) 1,33
Jari-jari ion (X-) (Å) 2,06
Energi ikatan X-X (kJ/mol) 151
Sejarah
Ditemukan oleh Courtois ada tahun 1811. Iod tergolong unsur halogen, terdapat dalam bentuk iodida dari air laut yang terasimilasi dengan rumput laut, sendawa Chili, tanah kaya nitrat (dikenal sebagai kalis, yakni batuan sedimen kalsium karbonat yang keras), air garam dari air laut yang disimpan, dan di dalam air payau dari sumur minyak dan garam. Iod atau Yodium yang sangat murni dapat diperoleh dengan mereaksikan kalium iodida dengan tembaga sulfat. Ada pula metode lainnya yang sudah dikembangkan.
Sifat-sifat
Iod adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen lainnya, yang kemudian menggeser iodida. Iod menunjukkan sifat-sifat menyerupai logam. Iod mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu yang indah. Iod hanya sedikit larut dalam air.
Iod memiliki 30 isotop yang sudah dikenali. Tapi hanya satu isotop yang stabil, 127I yang terdapat di alam. Isotop buatan 131I, memiliki masa paruh waktu 8 hari, dan digunakan dalam proses penyembuhan kelenjar tiroid. Senyawa yang paling umum adalah iodida dari natrium dan kalium (KI), juga senyawa iodatnya (KIO3). Kekurangan iod dapat menyebabkan penyakit gondok.
Penanganan
Penanganan iod harus hati-hati, karena kontak dengan kulit dapat menyebabkan luka; uap iod sangat iritan terhadap mata dan membran berlendir. Konsentrasi iod di udara yang masih diizinkan adalah 1 mg/m3 (selama 8 jam kerja per hari-40 jam seminggu).
Kegunaan
Senyawa iod sangat penting dalam kimia organik dan sangat berguna dalam dunia pengobatan. Iodida dan tiroksin yang mengandung iod, digunakan sebagai obat, dan sebagai larutan KI dan iod dalam alkohol digunakan sebagai pembalut luar. Kalium iodida juga digunakan dalam fotografi. Warna biru tua dengan larutan kanji merupakan karakteristik unsur bebas iod.
Bromin

Nomor atom (Z) 35
Konfigurasi elektron [Ar]3d¹⁰4s²4p⁵
Massa atom 80
Wujud zat cair
Warna Merah kecoklatan
Titik beku (0C) -7
Titik didih (0C) 59
Kerapatan (g/cm3) 3,12
Kelarutan dalam air (g/ml) 42
Energi pengionan pertama (kJ/mol) 1140
Afinitas elektron (kJ/mol) -325
Keelektronegatifan (skala Pauling) 2,8
Potensial reduksi standar (volt)

X2 + 2e- 2X- 1,06
Jari-jari atom (pm) 115
Jari-jari kovalen (Å) 1,14
Jari-jari ion (X-) (Å) 1,82
Energi ikatan X-X (kJ/mol) 193
Sejarah
Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826, tapi belum dapat dipisahkan secara kuantitatif hingga 1860. Brom (Yunani: βρωμος, brómos), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol Br dan nomor atom 35. Unsur dari deret kimia halogen ini berbentuk cairan berwarna merah pada suhu kamar dan memiliki reaktivitas di antara klor dan yodium. Dalam bentuk cairan, zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan. Dalam bentuk gas, brom bersifat toksik.
Sifat-sifat
Brom adalah satu-satunya unsur cair non logam. Sifatnya berat, mudah bergerak, cairan berwarna coklat kemerahan, mudah menguap pada suhu kamar menjadi uap merah dengan bau yang sangat tajam., menyerupai klor, dan memiliki efek iritasi pada mata dan tenggorokan. Brom mudah larut dalam air atau karbon disulfida, membentuk larutan berwarna merah, tidak sekuat klor tapi lebih kuat dari iod. Dapat bersenyawa dengan banyak unsur dan memiliki efek pemutih. Ketika brom tumpah ke kulit, akan menimbulkan rasa yang amat pedih. Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, dan peralatan keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya.
Banyak brom yang dihasilkan Amerika Serikat digunakan dalam produksi etilen dibromida, komponen pembuatan bensin bersenyawa timbal yang anti-ketukan. Namun karena timbal dalam bensin merusak lingkungan, berarti hal ini akan mempenngaruhi produksi brom di masa yang akan datang.
Kegunaan
Brom digunakan untuk desinfektan, zat tahan api, senyawa pemurni air, pewarna, obat, pembersih sanitasi, bromida anorganik untuk fotografi (Perak bromida (AgBr)) dan lain-lain. Bromida organik juga sama pentingnya.
Kegunaannya yang lain di antaranya : Natrium bromida (NaBr) sebagai obat penenang saraf, Metil bromida (CH3Br) zat pemadam kebakaran, dan Etilen dibromida (C2H4Br2) ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2 .
(sumber:

PROSEDUR PERCOBAAN

Halogen
Masukkan 2ml air iod kedalam tabung reaksi dan tambahkan TCE sebanyak 2ml
Tutup tabung reaksi dan kocok hingga warna iod diserap kedalam lapisan TCE (jangan menutup tabung reaksi dengan jari)
Ulangi percobaan dengan menggunakan air Clor dan air Brom
Catat perubahan warna Br2, Cl2¬, dan I2 dalam air maupun dalam lapisan TCE.
Unsur2 halogen
Masukkan 2ml air brom ditambah dengan 2ml TCE kedalam tabung reaksi, kocok hingga warna brom terserap pada TCE. Kemudian tambahkan 1ml larutan NaCl 0,1 M, tutup dan kocok.
Dalam tabung reaksi lain, masukkan 2ml air brom dan 2ml TCE, tambahkan larutan NaI 0,1 M, tutup tabung reaksi dan kocok.
Catat warna lapisan TCE sebelum dan setelah penambahan ion halida.
Jika warna TCE berubah, berarti reaksi antara Br2 dengan halida telah terjadi.
Ulangi percobaan dengan menggunakan air klor dan air iod dalam TCE.
Catat semua pengamatan untuk setiap test.

CATATAN
Air brom, air klor, dan air iod dapat dibuat sendiri dengan cara mengalirkan gas brom, klor atau iod kedalam air demineral. Gas-gas halogen dapat dihasilkan bila terdapat didalam larutan yang hanya berisi satu jenis kation golongan dua. Reagen yang digunakan dapat dilihat pada petunjuk praktikum penentuan kelarutan garam-garam alkali tanah. Cara yang sama dikembangkan untuk menentukan ion-ion halida yang terdapat dalam suatu larutan yang hanya berisi satu jenis ion halida.
Hindari menghisap uap halogen
Jangan gunakan jari tangan untuk menutup tabung reaksi ketika mengocok, karena larutan halogen dapat menyebabkan luka pada kulit.

DATA PERCOBAAN

Warna halogen

Air 1,1,1 Trikloroetana
Air Brom – –
Air Klor Bening Atas bening,
Bawah agak keruh
Air Iod Merah (ke’orange’an) Atas orange kekuningan,
Endapannya pink ke’ungu’an

Reaksi antara halogen dan ion halida

Ion Bromida Ion Klorida Ion Iodida
Air Brom – – –
Air Klor Atas bening,
Bawah sangat keruh – Atas bening,
Bawah keruh
Air Iod Atasnya kuning ke’emas’an/bening,
bawahnya/endapannya merah keunguan.
Ada panas karena terjadi reaksi kimia. Atasnya orange kekuningan,
Endapannya pink. Ada panas Atasnya kuning,
Endapannya pink muda

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kami tidak melakukan percobaan pada air brom karenatidak tersedianya air brom di lab.
Urutan unsur-unsur halogen yang mempunyai daya oksidasi tertinggi adalah sbb:

SOAL-SOAL

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

JOB SITE
E.J. Slowinsky cs, Chemical principle in the laboratory with qualitatives analisis, New York, 1993.
INTERNET
http://kimiadahsyat.blogspot.com/2010/08/praktikum-halogen.html
http://inspirehalogen.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: